Nama : Erica Yoshi FikriantiNPM : 12216350Kelas : 1 EA 11Fakultas/jurusan : Ekonomi/Manajemen
Dia
Oh tuhan kucinta dia, ku saying dia, rindu dia, inginkan dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku..
Iya, dia seorang wanita cantik bernama Nendya Melia Putri Archiveragus. Gadis itu membuat Razi Alkhamiharja, seorang laki-laki yang mengaguminya sejak awal perjumpaan mereka. Sore itu, Razi bertemu dengan Nendya di kampus. Betapa kagetnya Razi ketika mengetahui mereka ternyata satu Unit Kegiatan Mahasiswa yaitu basket.
‘Hai, ternyata lo ikut UKM ini juga” ujarnya dengan gaya sok cool. “iya” jawabnya
Sambil tersenyum manis. Senyum itu seketika membuat Razi menjadi salah tingkah. Selesai basket Razi kembali memberanikan diri berbicara pada Nendya “Boleh gue antar lo pulang?”. Seketika suasana menjadi sangat hening, lalu Nendya memecahkan keheningan tersebut.
“tidak perlu. Gue bisa pulang sendiri.” Lalu ia pergi dan razi hanya bisa menatap punggung gadis itu hingga lenyap.
Dua hari kemudian mereka bertemu lagi dalam UKM. Razi tau bahwa Nendya sebentar lagi akan berulang tahun. Maklum, sebagai pengagum berat Nendyaia mencari tau semua tentang gadis itu.
Teman dekat Nendya yang tahu Razi sangat meyukainya pun bertanya “sudah mempersiapkan apa untuk ulang tahunnya?” godanya.
“Hah? Apa? Ulang tahun siapa?” jawabnya sambil kebingungan.
Karena kaget. “Ah, tidak usah menutupinya Razi aku sudah tahu”
Aku tau kau menyukai Nendya. Apa kau sudah mempersiapkan kado?
Sebentar lagi Nendya ulang tahun.” Razi diam, ia tidak menyangka bahwa teman dekat Nendya memperhatikan usaha Razi selama ini.
Lalu ia menghembuskan nafas oanjang dari mulutnya “ah.. baiklah. Aku menyukainya, dan aku tahu ia akanberulang tahun. Apa kau tahu barang kesukaannya?” teman dekatnya hanya tersenyum.
“cobalah kau cari tahu sendiri..” lalu ia berlalu meninggalkan Razi sendiri.
Razi berpikir mencoba mencari sesuatu yang istimewa untuk gadis pujaannya itu.
Hingga akhirnya ia memutuskan memberikan seikat bunga.
Hari ini ulang tahun Nendya pun tiba. Ia sudah mempersiapkan semuanya. Kimi ia tinggal mempersiapkan diri untuk bertemu Nendya.
“Sudah siap.” Ujar Razi setelah merapikan kadonya. Lalu ia pergi mencari rumah Nendya dengan bermodalkan alamat yang diberitahu teman dekat Nendya. Dua jam berlalu, namun ia belum menemukan rumah gadis itu. Ia mulai putus asa dan berpikir bahwa teman dekat Nendya telah membohonginya. Namun, tiba-tiba ia berhentu di sudut sebuah lapangan. Ia melihat gadis itu di depan sebuah rumah bersama seorang laki-laki. Mereka begitu akrab.
Razi mulai berpikir bahwa itu adalah kekasih Nendya. Tak lama setelah itu teman laki-laki Nendya memberikan sebuah kue dan sebuah kotak hadiah. Ia melihat gadis itu tersenyum manis. Tapi senyuman itu bukan untuknya. Razi merasa hatinya seperti ditusuk. Ia hanya dapat diam membisu melihat Nendya dengan laki-laki itu.
“sudahlah Nendya, mungkin ia tidak bermaksud seperti itu.” Hiburnya agar Nendya tersenyum sedikit.
Beberapa bulan berlalu mereka oun sibuk dengan dunianya masing-masing. Razi tak lagi menghubungi Nendya. Namun, bayangan wanita itu tak pernah luput dari pikirannya. Satu hal yang tak ia tahu bahwa Nendya kini sudah tak lagi bersama kekasihnya. Sampai suatu hari mereka bertemu dalam suatu keadaan yang tak menyenangkan. Nendya sedang berjalan sendirian sambil menangis. Saat itu Razi melihat wanita itu menangis untuk pertama kalinya.
“Hei, ada apa? Mengapa kau menangis?” Tanya Razi sambil berjala disamping wanita itu.
Namun Nendya tak kunjung menjawab, ia diam sebentar “pergilah, aku tak mau diganggu.”
“Katakan padaku apa yang membuatmu sesedih ini? Siapa orangnya Nend? Kumohon beritahu aku.” Tanya Razi tak sabar. “pergilah!” bentak Nendya. Lalu ia berlari meninggalkan Razi yang diam. Ia menahan amarah, ia sangat ingin tahun apa yang terjadi pada Nendya.
Ia pun mulai mengubungi Nendya, ia mencari tau mengapa wanita itu menangis.
Tapi gadis itu tak kunjung menjawab. Razi mulai putus asa dan dia berpikir utuk mencari tau ke teman dekat Nendya. Lali ia mulai menghubungi teman dekat Nendya.
“aku tahu kau ingin menanyakan Nendya. Ia menangis karena laki-laki itu, laki-laki yang pernah menjadi kekasihnya, ia merasa telah dikecewakan. Itulah sebabnya menangis. Aku harap apa yang ahrus kulakukan untuk sahabatku.”
Lalu Razi pun mencoba meghibur Nendya dengan berbagai macam cara agar ia kembali tersenyum. Lambat laun kedekatan mereka semakin tampak terlihat. Kini Nendya mulai membalas pesan-pesan Razi dan mereka pun mulai sering bercanda di sekolah.
Razi mulai yakin bahwa ia benar-benar menyayangi wanita itu. Ia tidak mau kehilangan wanita itu. Ia ingin wanita itu dapat tersenyum dan tertawa dengannya setiap hari. Ia ingin menjaga gadis itu, membuatnya merasa nyaman bila berada dekat Razi, dan diam-diam Razi berhasil mengambil hati Nendya.
“aku tahu apa yang kuraasakan, tapi entah mengapa jika ia tak menghubungiku aku merasa sendiri. Entah mengapa semakin sering ia berbicara denganku aku semakin tak bisa menutupi perasaan ini” ujar Nendya sambil bercerita pada teman dekatnya.
“benarkah itu itu? Apa kau sudah menyukainya Nend?” Tanya teman Nendya ceria. Nendya hanya dapat tersipu malu, mungkinkah? Aku harap begitu.” Jawab Nendya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar