Sabtu, 07 Januari 2017

Mengenal dan cara mengatasi Kegelisahan

Dosen  : Ramita Hapsari
Nama   : Erica Yoshi Fikrianti
NPM    : 12216350
Fakultas: Ekonomi
Jurusan : Manajemen

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa telah memberi kesempatan kepada saya untuk menulis artikel ini, berbagi ilmu dan informasi kepada teman-teman. Pertama saya ucapkan terima kasih kepada dosen saya ibu Ramita Hapsari yang telah memberikan tugas ini kepada saya guna menjadi melatih saya menjadi seorang informan yang baik dalam membagi ilmu.

Pada edisi kali ini saya akan menjelaskan tentang "Kegelisahan"
1.      Apa sih itu kegelisahan?
2.      Apa penyebab munculnya kegelisahan?
3.      Bagaimana mengatasi sebuah kegelisahan?

Check this out…!
1.      Apa sih arti kegelisahan?
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir,  tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan  hal  yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

2.      Apa penyebab munculnya kegelisahan?

Ø  Rasa Takut dan Malu
Mungkin, sifat malu merupakan salah satu diantara faktor penyebab was-was, sebab seorang pemalu adalah orang yang takut berdiam diri dan inilah yang mengharuskan kita membahas tentang sebab-sebabnya pada anak-anak.
Karena itu, mereka yang pada masa kecilnya telah mendapatkan pelecehan dan perlakuan keras, pada masa dewasanya tidak akan mampu menghadapi problem yang sangat besar dan menyelesaikannya secara benar. Ini menunjukkan bahwa seorang pemalu akan berusaha dengan berbagai macam cara untuk melaksanakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya agar tidak menjadi bahan penilaian dan cemoohan orang lain. Inilah yang mendorongnya melakukan pekerjaan secara berulang agar dapat menyelesaikannya sebaik mungkin, yang pada akhirnya menjerumuskannya kedalam was-was.
Ø  Internal diri

Seringkali manusia merasakan adanya kegelisahan karena dirinya merasa terancam oleh adanya sesuatu hal. Misalnya, seseorang itu mendapat nilai atau IPK yang rendah dan dirinya merasa tertekan oleh hal tersebut, tidak tahu apa yang ingin dia lakukan karena terlalu panik dan gelisah menyikapi hal tersebut. Kegelisahan juga berujung stress pada seseorang.

Ø  Tidak Merasa Aman
Dalam keadaan tertentu, perasaan tidak aman merupakan faktor penyebab terjadinya was-was. Dengan kata lain, sebagian orang akan menderita was-was lantaran dirinya merasakan tidak adanya keamanan. Terkadang, perasaan semacam ini merupakan akibat dari lemahnya kepribadian dan tidak adanya kemampuan dalam mengendalikan diri.

Ø  Jiwa yang Lemah

Kelemahan jiwa dalam diri seseorang dapat mencapai suatu taraf dimana ia sendiri kehilangan kekuatan untuk mengendalikannya, sehingga kita mendapatinya dengan terpaksa menyerah dihadapan kejadian-kejadian yang dialaminya. Ketika ia menampakkan keinginan agar seluruh pekerjaannya sebanding dengan orang yang lebih utama darinya, maka perasaan ini akan berubah kedalam bentuk perasaan lemah.
3.      Bagaimana mengatasi kegelisahan?
ü  Meng-evaluasi diri
Segera mencatat apa sesuatu hal yang membuat anda gelisah, apa penyebab sesuatu tersebut terjadi, dan segera selesaikan.
ü  Tenang dan berpikir positif
Tenangkan diri anda, ada banyak berbagai cara yang membuat anda tenang, anda bisa mendengarkan music slow Mozart, Karena kegelisahan membuat jantung anda berdetak lebih kencang, slow Music dapat mengurangi kegelisahan dan memperlambat detak jantung anda. Beribadah dapat menenangkan diri anda, berserahlah kepada tuhan, tetapi jangan lupa untuk bertindak menyelesaikan masalah yang membuat anda gelisah.
ü  Lakukan kegiatan positif
Melakukan kegiatan positif juga membuat anda melepaskan kegelisahan yang ada pada diri anda, bertemu dengan teman-teman, saudara membuat ada relax. Usahakan kegiatan tersebut adalah sesuatu kegiatan yang bermanfaat untuk diri anda dan masyarakat. Misalnya, dengan berkunjung ke yayasan yatim piatu dan dhuafa, kegiatan tersebut membuat anda senang bukan, dan tentu saja bermanfaat untuk mereka.
Itulah informasi yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat untuk anda semua, tetap jalani harimu dengan berfikir positif dan terus bermanfaat untuk orang lain yaa..! Salam dari saya, yang juga suka berkegiatan sosial hehe.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Minggu, 01 Januari 2017

Tanggung Jawab dan bentuk tanggung jawab

Dosen             : Ramita Hapsari
Nama              : Erica Yoshi Fikrianti
NPM                : 12216350
Fakultas          : Ekonomi
Jurusan           : Manajemen

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Salam sejahtera bagi kita semua.


Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi ilmu tentang “Tanggung Jawab”.

·         Apa sih Tanggung Jawab itu?
·         Bagaimana seharusnya menyikapi tanggung jawab?
·         Pentingkah tanggung jawab bagi karir kedepan?
Saya juga akan menjelaskan contoh tanggung jawab:
1.      Diri sendiri
2.      Keluarga
3.      Masyarakat-bangsa dan Negara
4.      Sang pencipta
Nah, sebelum saya menjelaskan pentingkah tanggung jawab bagi karir kedepan, saya akan menjelaskan arti dari tanggung jawab.
Apa itu Tanggung Jawab
Tanggung Jawab adalah menanggung segala sesuatu yang telah atau sudah terjadi dan dialami.
Bagaimana seharusnya menyikapi tanggung jawab?
Semua manusia pasti memiliki tanggung jawab, tanggung jawab sama dengan amanah, Ketahuilah bahwa tanggung jawab berhubungan dengan kewajiban, bukan hak, jadi tanggung jawab itu sama dengan sebuah kewajiban, yang harus dipikirkan bagaimana pemecahan masalahnya. Hubungannya dengan jurusan yang saya ambil, jurusan manajemen di Universitas Gunadarma adalah di suatu perusahaan pasti mempunyai manajer SDM, jika ada hambatan yang dialami oleh SDM menyangkut soal perusahaan, seorang manajer harus segera mencari solusi yang tepat dan bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan. Demikian adalah tanggung jawab seorang manajer SDM.
Pentingkah tanggung jawab bagi karir kedepan?
Tanggung jawab penting untuk karir kedepan, mengapa..? karena sikap tanggung jawab harus ada pada diri setiap orang, baik di bidang manajerial, arsitektur, IT, dan lain sebagainya. Jika seseorang acuh tak acuh dalam mengemban tugas yang sudah amanahkan, hakekatnya seseorang itu tidak bertanggung jawab atas pekerjaannya.
Diatas adalah gambaran umum tentang tanggung jawab, kita masuk ke bagian inti, saya akan menjelaskan contoh kegiatan tanggung jawab saya sehari-hari.
1.     1.  Diri sendiri
Tanggung jawab kepada diri sendiri antara lain;
-          Memilih bidang pendidikan sesuai minat dan bakat,
-          Belajar dan mencapai target skill,
-          Menetapkan bidang karir yang akan dijalani setelah lulus kuliah,
2.      2. Keluarga
Tanggung jawab kepada keluarga antara lain;
-          Membantu kedua orang tua
-          Saling menasehati dan bermusyawarah jika ada permasalahan
-          Membanggakan kedua orang tua
3.      3, Masyarakat-bangsa dan Negara
Menurut saya tanggung jawab di masyarakat  sangat kompleks dimana saya mempunyai tanggung jawab untuk berkontribusi, mengerahkan tenaga untuk masyarakat, salah satunya adalah mengajar, mendidik di bidang akademik maupun moral di suatu yayasan yatim dan dhuafa, mengapa saya lebih menekankan moral, saya pernah melakukan survey di daerah tersebut, mulai dari budaya masyarakatnya, ekonomi keluarga, dan cara interaksi masyarakat sekitar ternyata belum mencerminkan budaya demokrasi, menghargai pendapat, mudah ter provokasi yang menimbulkan pertengkaran internal kelurga maupun eksternal (antar wilayah), dan lain-lain, realitas demikian yang membuat saya ingin turut memperbaiki budaya, moral masyarakat menjadi lebih baik, dan saya mempunyai sebuah visi dimana saya menginginkan wilayah tersebut menjadi wilayah percontohan yang mempunyai warga yang terampil untuk memperbaiki ekonomi wilayah tersebut.

4.      4. Sang pencipta

Tanggung jawab saya kepada Allah swt. adalah menjadi khalifah fil ardh (pemimpin di muka bumi) dimana allah memerintahkan manusia untuk memperbaiki, menjaga, dan menyelesaikan masalah apa yang ada di muka bumi. Salah satunya dengan memperbaiki di sector ekonomi. Tanggung jawab selanjutnya adalah beribadah. Mematuhi segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.